Thursday, June 11, 2009

Presiden Minta Metodologi Pengasuhan Pesantren dan Madrasah Ditingkatkan

Kamis, 29 Januari 2009
Surabaya (www.pondokpesantren.net) - Pondok Pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pendidikan keagamaan. Oleh karena itu, pondok pesantren dan madrasah diminta untuk terus meningkatkan metodologi kepengasuhannya, sehingga terbentuk watak bangsa yang membuat kehidupan bangsa Indonesia menjadi semakin baik.
Harapan itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (28/1) siang, di ponpes Assalafi Al Fithrah, di Jl. Kedinding Lor, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur. Menurut Presiden, apabila pendidikan di Indonesia bertambah baik, maka akan lebih banyak lagi putra-putri bangsa yang religius, islami, berakhlak, berbudi pekeri yang luhur, cerdas, terampil, rukun, saling sayang menyayangi dan mencintai bangsa serta tanah air.

"Mereka juga memiliki karakter yang kuat, ulet, pantang menyerah, semangat dan bekerja keras untuk membangun hari esok agar lebih baik," kata SBY. Presiden berada di di ponpes Assalafi Al Fithrah yang berada di pelosok utara kota Surabaya, untuk menyerahkan Program Bantuan Rehabilitasi Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Pondok Pesantren, serta menyerahkan beasiswa untuk siswa madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah se-Indonesia.

"Agar kehidupan bangsa bertambah baik, ada empat syarat. Yang pertama adalah masyarakat yang baik. Masyarakat yang baik dapat terwujud apabila perilaku warga masyarakatnya baik, rukun, keadaan kehidupan masyarakatnya aman dan tenteram, taat hukum, taat akan pranata-pranata sosial dan ajaran-ajaran agama, tidak suka kekerasan, apalagi tindakan-tindakan yang merusak," jelas SBY.

Kedua, lanjut SBY, kehidupan bangsa bertambah baik apabila memiliki ekonomi yang baik. "Ekonomi akan terus tumbuh. Tapi pertumbuhan itu harus disamaratakan secara adil, sehingga kesejahteraan rakyat dapat ditingkatkan tahun demi tahun," kata Presiden.

Yang ketiga adalah politik yang baik. "Seluruh rakyat memiliki peluang utuk ikut serta dalam berpolitik, sesuai dengan ketentuan Undang - Undang Dasar dan Undang Undang," kata SBY. Kehidupan berpolitik yang baik, menurut SBY, ditandai dengan adanya Pemilu dan Pilkada yang baik. Presiden SBY berharap bahwa kebebasan tersebut disertai dengan akhlak dan tanggung jawab. "Bukan kebebasan absolut yang merusak tatanan kehidupan. Politik yang baik tidak menghalalkan segala cara. Politik yang baik adalah yang cerdas dan santun," papar Presiden.

Sedangkan yang terakhir, lingkungan hidup yang baik. Presiden SBY mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memelihara lingkungan. "Agar tidak terjadi bencana. Lawan perubahan iklim, selamatkan bumi kita dan kehidupan anak cucu kita di masa depan," ujarnya. (win) (pip_posted from www.presidensby.info)
sumber: http://www.pondokpesantren.net/ponpren/index.php?option=com_content&task=view&id=191

No comments:

Post a Comment